بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

  • Hadits Membaca Basmallah Di waktu Sholat, Sir Atau Jahar ?

     عَنْ اُمِّ سَلَمَةَ : اَنَّهَا سُئِلَتْ عَنْ قِرَاءَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يَقْطَعُ قِرَاءَتَهُ آيَةً آيَةً ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ، اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ –احمد و ابو داود-
    Dari Umi Salamah, sesungguhnya ia telah ditanya tentang bacaan Rosulallah saw, maka ia menjawab : adalah Nabi saw memutuskan bacaannya satu ayat satu ayat, BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM (berhenti) kemudian ALHAMDULILLAAHI ROBBIL’ALAMIIN. (HR : Ahamad dan Abu Daud)

    عَنْ قَتَادَةَ قَالَ : سُئِلَ اَنَسٌ كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلّم ، فَقَالَ : كَانَتْ مَدًّا ثُمَّ قَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَيَمُدُّ بِالرَّحْننِ وَيَمُدُّ بِالرَّحِيْمِ –البخاري-
    Dari Qotadah, ia berkata bahwa Anas telah ditanya bagaimana bacaan Nabi saw, kemudian ia menjawab : bacaannya panjang, ia membaca : BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM, dengan memanjangkan lafadz ARROHMAAN dan ARROHIIM (HR : Bukhori)

    وَرَوَى عَنْهُ الدَّرُقُطْنِى مِنْ طَرِيْقَيْنِ اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَجْهَرُ بِالْبَسْمَلَةِ
    Daruqutni telah meriwayatkan dari dua jalan, bahwa Nabi saw menjaharkan Basmalah.

    عَنْ نُعَيْمِ الْمُجْمِرِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : صَلَّيْتُ وَرَاءَ اَبِي هُرَيْرَةَ فَقَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ثُمَّ قَرَأَ بِاُمِّ الْقُرْآنِ وَفِيْهِ يَقُوْلُ اِذَا سَلَّمَ ، وَالَّذِى نَفْسِيْ بِيَدِهِ اِنِّيْ لَأَشْبَهُكُمْ صَلَاةَ بِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ صَحَّحَ هذَا الْحَدِيْثَ ابْنَ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ وَقَالَ عَلَى شَرْطِ الْبُخَارِيِّ وَمُسْلِمٍ ، وَاَقَرَّهُ الْحَافِظُ الذَّهَبِى ، وَقَالَ الْبَيْهَقِيُّ : صَحِيْحُ الْاِسْنَادِ وَلَهُ شَوَاهِدٌ ، وَقَالَ اَبُوْ بَكْرٍ اَلْخَطِيْبُ : فِيْهِ ثَابِتٌ صَحِيْحٌ لَايَتَوَجَّهُ عَلَيْهِ تَعْلِيْلٌ
    Dari Nu’aim AlMujmir ra, ia berkata : saya telah sholat dibelakang Abu Hurairoh, kemudian ia membaca BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM, lalu membaca Ummu alqur-an. Dalam hadits ini ia menerangkan diwaktu salam : Demi diriku yang ada dalam tangan kekuasaan-Nya, sesungguhnya aku adalah orang yang paling serupa sholatnya dengan Rosulallah saw, hadits ini telah dinyatakan shohih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Hakim, menurutnya hadits ini shohih berdasarkan kriteria Bukhori Muslim, serta telah diakui oleh Alhafidz Azzahabi , menurut Baihaqi sabadnya shohih serta mempunyai syawahid (para saksi) ,menurut Abu Bakar Alkhotib hadits tersebut shohih, tidak ada tuduhan illat atasnya (Almanar : 1 : 88)

    وَمِنْهَا حَدِيْثُ اَنَسٍ ، سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْهَرُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ –الحكيم-
    Diantaranya, hadits Anas (ia berkata) : saya mendengar Rosulallah saw mengeraskan bacaan : BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM (HR : Hakim)

    Hadits–hadits tersebut diatas menunjukan bahwa Basmalah itu dibaca tentunya dengan jahar dalam bacaan yang jahar dan sir dalam bacaan yang sir

    Faktor Penyebab bacaan Basmalah sir :

    وَقَدْ رَوَى الطَّبْرَانِيُّ فِي الْكَبِيْرِ وَالْاَوْسَطِ فِي سَبَبِ تَرْكِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عليه وسلّم لِلْجَهْرِ بِالْبَسْمَلَةِ فِي الصَّلَاةِ ، عَنِ سَعِيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَجْهَرُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَكَانَ الْمُشْرِكُوْنَ يُهْزِئُوْنَ بِمُكَاءٍ وَتَصْدِيَةٍ وَيَقُوْلُوْنَ مُحَمَّدٌ يَذْكُرُ اِلهَ الْيَمَامَةِ وَكَانَ مُسَيْلَمَةُ الْكَذَابِ يُسَمَّى رَحْمَنٌ ، فَاَنْزَلَ اللهُ :
    Imam Thobroni telah meriwayatkan dalam Alkabir dan Alausath tentang faktor penyebab Nabi tidak menjaharkan Basmallah dalam sholat. (hadits) dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas sesungguhnya Nabi menjaharkan bacaan BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM, sedangkan orang-orang Musyrik suka melecehkan Nabi dengan siulan dan tepuk tangan serta mereka mengatakan :  Muhammad menyebut-nyebut Tuhannya Yamamah, dimana Musailamah Alkadzab disebut Rohman, maka Allah menurunkan ayat :
    وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ ، فَتُسْمِعِ الْمُشْرِكِيْنَ فَيُهْزِؤُوْ بِكَ (وَلَا تُخَافِتْ بِهَا) عَنْ اَصْحَابِكَ فَلَا تُسْمِعْهُمْ، وَقَدْ قَالَ فِي مَجءمَعِ الْزَوَائِدِ : اِنَّ رِجَالَهُ مُوَثَّقُوْنَز

    Dan janganlah kamu keraskan bacaanmu (QS:17:110), nanti orang-orang Musyrik mendengarmu, dan janganlah engkau pelankan terhadap para shohabatmu, sampai-sampai mereka tidak mendengarnya : telah dinyatakan dalam kitab Majma’u Aljawaid bahwa rijal hadits tersebut bisa dipercaya.

    وَالْجُمْلَةُ الْقَوْلِ اَنَّ اخْتِلَافَ الرِّوَايَاتِ الْأَحَادِيَةِ فِي الْاِسْرَارِ بِالْبَسْمَلَةِ وَالْجَهْرِ بِهَا قَوِيٌّ وَاَمَّا الْاِخْتِلَافُ فِيْ كَوْنِهَا مِنَ الْفَاتِحَةِ اَوْ لَيْسَتْ مِنْهَا فَضَعِيْفٌ جِدًّا
    Dari sejumlah uraian/pembicaraan, dapat ditarik kesimpulan, bahwa perbedaan riwayat hadits-hadits ahad mengenai Sir dan Jahar Basmallah sama kuat, sedangkan perbedaan pendapat mengenai apakah Basmallah termasuk Alfatihah atau tidak itu lemah sekali (maksudnya pendapat yang terkuat adalah Basmallah itu termasuk surat Alfatihah) (Almanar : 1:90)

    Kesimpulan :

    Dari keterangan tersebut diatas, dapat dismpulkan bahwa asal mula bacaan Basmallah dengan sir itu adalah karena takut dicemoohkan oleh orang-orang musyrik, yaitu ada anggapan bahwa Muhammad juga menyembah Tuhan Yamamah dimana Musailamah alkadzab (sebagai nabi palsu) juga disebut-sebut “Rohman”.
    Adapun untuk kondisi sekarang tentu saja tidak ada kekhawatiran tentang hal itu, oleh karenanya lebih utama membaca Basmallah dengan Jahar.

    Wallahu a’lam bish-shawab.